teman-teman, saya mo tanya kenapa ya kok ada bermacam macam standard televisi? mengapa ada PAL mengapa ada NTSC, SECAM? apa tujuannya?
yang kedua mengapa indonesia pakai PAL? kalo tidak bagaimana?
apa pengaruhnya?
trims
teman-teman, saya mo tanya kenapa ya kok ada bermacam macam standard televisi? mengapa ada PAL mengapa ada NTSC, SECAM? apa tujuannya?
yang kedua mengapa indonesia pakai PAL? kalo tidak bagaimana?
apa pengaruhnya?
trims
make something easy![]()
Bajuri...
AFAIK Indonesia pakai PAL karena pernah dijajah Belanda. Maka regulasinya sama dengan format yang dipakai Belanda yaitu PAL.
Waktu dijajah belanda, emang udah ada tipi?Originally Posted by prof_unto
Bukannya taun 60 an baru ada tipi? Jaman PKI aja belum ada...
Mengapa juga ada PAL, NTSC, SECAM?
Supaya gak monopoli kali.
Yang penting Bhinneka Tunggal Ika .... biar beda2 TV system tetep bisa ditonton.
Kalau mau bikin TV system baru sich boleh2 aja mas
Tiap TV system ada kelebihan & kekurangan sendiri.
Dari jaman dulu Indonesia sudah pakai PAL.
Kalau ada opini yang bilang NTSC lebih baik dari PAL, ini karena hampir semua film Laserdisc dirilis pakai TV System NTSC sewaktu jaman Laserdisc masih populer di Indonesia.
Sebelum Laserdisc populer di Indonesia, PAL atau NTSC ndak pernah atau jarang dipermasalahin.
Jaman itu para pembeli kaset video betamax di Indonesia hanya tau kalau beli kaset video di Amerika, Jepang atau Hong Kong nantinya bisa bermasalah sewaktu diputar di video player yang ada dipasaran Indonesia, ini karena pada jaman itu ndak semua video player bisa multisystem.
Kualitas video Laserdisc memang lebih baik/tajam daripada kualitas video Betamax, tapi ketajamanan kualitas video Laserdisc tersebut bukan disebabkan oleh faktor TV system (NTSC atau PAL).
Kira2 gitu.
Last edited by Kapten Video; 20-08-2006 at 01:32.
Sebetulnya awalnya SECAM, SECAM punya kemiripan ama PAL, sama2 25fps, juga resolusinya, tetapi frekuensi yang dikeluarkannya lain. SECAM keluaran Jerman, tuh. Gua lupa kepanjangannya. Kelemahannya adalah gelombangnya yang bisa nggak stabil dan sangat gak compatible 1 alat dengan alat lain walau sama2 SECAM... suka item putih, dsb...
Keluarlah NTSC. resolusi TVnya 720x480, jumlah framenya 29,97 fps. (atau biasa dibulatkan 30fps). NTSC memiliki kehalusan gerak gambar yang luar biasa, tetapi resolusi yang rendah. Walau kerendahan resolusi tersebut bisa ditutupi dengan jumlah frame yang banyak.
Lalu ada PAL dari Eropa (menyempurnakan SECAM mungkin, atau apa gua gak tau), 25 fps, dan resolusi 720x576. Gambar lebih tajam. Tapi akibatnya, jumlah frame per secondsnya berkurang untuk menampung resolusi gambar yang lebih besar. Tetapi hasilnya tidak begitu banyak terlihat kan dalam hal kehalusan gambar... Malah HDV bikin yang fpsnya lebih rendah lagi, cuma 24 (seperti filem).
Pada NTSC ukuran gambarnya lebih kecil ketimbang PAL. hingga dalam pita video dengan suatu satuan panjang, misalnya x milimeter dia bisa menampung 29,97 frame dalam 1 detik.
Sementara pada PAL, ukuran gambarnya lebih besar ketimbang NTSC, hingga dalam pita video dengan satuan panjang yang sama dengan NTSC (misalnya juga x milimeter) dia hanya bisa menampung 25 gambar (frame) dalam 1 detik.
Kalo kenapa Indonesia milih PAL.... Mungkin diawali ama TVRI di tahun 1962 yang memilih PAL sebagai sistem siarannya kali... Lalu dibuat standart nasional indonesianya (SNI)...
Kita sudah terlanjur milih PAL ... tidak bisa ditawar2 lagi.
Itu ada hubungannya juga dng standar PLN dng freq 50 Hz, kalo di amrik kan 60Hz.
Jadi ada hubungannya juga dng penjajahan belanda.
Hubungannya listrik sama jenis video bagaimana bro?Originally Posted by DIGIT
Enggak ada hubungan secara langsung, cuma mungkin maksud DIGIT tuh kenapa Indonesia milih PAL? Mungkin kasusnya mirip dengan Indonesia kenapa milih frekuensi listrik 50Hz, sementara Amerika memilih 60Hz.
Mungkin dengan pertimbangan tertentu, tapi mungkin juga bawaan jajahan belanda. Tapi Indonesia kan pernah dijajah Jepang? Koq gak NTSC?
Tahun 1950-an semua perfileman Indonesia adalah hasil kerjasama antara Indonesia dengan Belanda, dan pada Tahun 1962 TVRI berdiri, mungkin masih kebawa pengaruh kali... mungkin... gua cuma nebak...![]()
Standar suatu system memang biasanya dirujuk dari awal suatu system itu ada, misalanya PAL,PLN yang 50hz itu,Kilometer,Celcius dll, termasuk jalan disebelah kiri bagi pengendara mobil/motor.
Lalu mana yang terbaik? yang terbaik adalah kita membuat berdasarkan standar yang berlaku di lingkungan kita dalam hal ini Indonesia.
Untuk standar TV, jangan takut bila "salah" membuat standar video untuk rumahan/VCD, karena TV sekarang sudah multi system semua.
Thx
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)
Bookmarks